KKN UNSOED 2026 Dorong Peningkatan Daya Saing UMKM Desa Tambakmulyo melalui Pendataan, Legalisasi Usaha, Branding, dan Pemasaran Digital
TAMBAKMULYO - Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Universitas Jenderal Soedirman (UNSOED) Tahun 2026 melaksanakan berbagai program kerja pada bidang ekonomi yang berfokus pada pendataan, pendampingan, serta pengembangan Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) di Desa Tambakmulyo, Kec. Puring, Kab. Kebumen. Program ini bertujuan untuk meningkatkan daya saing pelaku usaha lokal dengan penguatan aspek legalitas usaha seperti NIB dan sertifikat halal, identitas produk, pemasaran digital pada berbagai platform media sosial seperti instragram, youtube, TikTok, maupun media sosial lainnya, melalui promosi yang lebih efektif diharapkan mampu bersaing di tengah perkembangan pasar yang semakin kompetitif.
Kegiatan diawali dengan proses pendataan UMKM yang terdapat di Desa Tambakmulyo sebagai langkah awal untuk mengetahui dan mengidentifikasi potensi usaha, jenis produk yang dihasilkan, serta berbagai kendala yang dihadapi oleh para pelaku usaha. Pendataan ini menjadi dasar dalam menentukan bentuk pendampingan yang sesuai dengan kebutuhan masing-masing UMKM sehingga program yang dilaksanakan dapat memberikan manfaat secara lebih nyata dan juga berkelanjutan.
Salah satu UMKM yang memperoleh pendampingan intensif adalah UMKM Telur Asin, yang merupakan salah satu produk unggulan Desa Tambakmulyo. Berdasarkan hasil observasi, usaha tersebut memiliki potensi yang cukup besar untuk berkembang, namun masih menghadapi beberapa kendala, seperti belum memiliki legalitas usaha, identitas produk yang belum menarik, serta pemasaran yang masih terbatas pada lingkungan sekitar.
Sebagai bentuk dukungan terhadap pengembangan usaha tersebut, mahasiswa KKN UNSOED membantu proses pembuatan Nomor Induk Berusaha (NIB) sebagai legalitas resmi usaha. Selain itu, mahasiswa juga melakukan pendampingan dalam pengurusan Sertifikat Halal, sehingga produk yang dihasilkan memiliki nilai tambah dan mampu meningkatkan kepercayaan konsumen terhadap keamanan serta kualitas produk yang dipasarkan.
Tidak hanya dari sisi legalitas, mahasiswa juga melakukan pendampingan dalam aspek branding melalui pembuatan logo usaha dan desain kemasan yang lebih menarik serta informatif. Inovasi tersebut diharapkan dapat meningkatkan nilai jual produk dan memperkuat identitas UMKM Telur Asin di pasaran.
Sebagai upaya memperluas pemasaran, mahasiswa KKN UNSOED turut mendampingi pelaku UMKM dalam memanfaatkan media sosial sebagai sarana promosi. Pendampingan dilakukan melalui pembuatan konten promosi, dokumentasi produk, serta pengenalan strategi pemasaran digital agar produk telur asin dapat menjangkau pasar yang lebih luas.
Selain UMKM Telur Asin, mahasiswa KKN UNSOED juga mendampingi UMKM Parcel dan UMKM Baso Cuanki di Desa Tambakmulyo. Pendampingan dilakukan dengan merancang desain banner sebagai media promosi sekaligus identitas usaha. Banner yang dibuat diharapkan mampu meningkatkan daya tarik visual serta memperkuat citra kedua UMKM tersebut di mata konsumen.
Melalui berbagai program pendampingan tersebut, mahasiswa KKN berupaya membantu pelaku UMKM meningkatkan kualitas usaha, baik dari aspek legalitas, branding, maupun promosi. Program ini juga memberikan wawasan kepada pelaku usaha mengenai pentingnya inovasi dan pemasaran sebagai langkah untuk meningkatkan daya saing produk.
Kegiatan pendampingan mendapat respons positif dari para pelaku UMKM Desa Tambakmulyo karena dinilai memberikan manfaat nyata bagi pengembangan usaha mereka. Melalui kolaborasi antara mahasiswa KKN UNSOED, pemerintah desa, dan masyarakat, diharapkan UMKM Desa Tambakmulyo semakin berkembang, memiliki daya saing yang lebih baik, serta mampu memperluas jangkauan pasar sehingga dapat berkontribusi dalam meningkatkan perekonomian desa.
Administrator